Carter Mobil

carter mobil

Jumat, 24 Mei 2013

Sistem Operasi



SISTEM OPERASI


Sistem Operasi

Tanpa perangkat lunak (software) sebuah komputer sebenarnya sekumpulan besi yang tidak berguna. Dengan software sebuah komputer dapat digunakan untuk menyimpan, mengolah data (memproses) dan mendapatkan kembali informasi yang telah disimpan, menemukan kesalahan dalam program, memainkan games dan menggunakan banyak aktivitas lainnya yang bernilai. Pada umumnya program komputer dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
  1. Program sistem (system program) Yang berfungsi untuk mengatur operasi dari komputer itu sendiri.
  2. Program aplikasi (application program) Yang berfungsi untuk membantu menyelesaikan masalah untuk pemakainya. Dasar yang sangat penting dari semua program sistem adalah operating system yang mengontrol semua sumber daya komputer dan menyediakan landasan sehingga sebuah program aplikasi dapat ditulis atau dijalankan.


Sejarah Perkembangan Sistem Operasi

Perkembangan sistem komputer dibagi menjadi empat generasi termasuk perangkat keras dan perangkat lunaknya (sistem operasi).
  • Generasi Pertama (1945-1955)
Pada generasi ini belum ada sistem operasi, sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.
  • Generasi Kedua (1955-1965)
Job dikumpulkan dalam satu rangkaian kemudian dieksekusi secara berurutan. Sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tapi beberapa fungsi dasar sistem operasi telah ada, misalnya FMS (Fortran Monitoring System) dan IBSYS, keduanya merupakan bagian yang fungsinya merupakan komponen sistem operasi.
  • Generasi Ketiga (1965-1980)
Dikembangkan untuk melayani banyak pemakai secara online, sehingga menuntut sistem komputer dapat digunakan secara :
  1. Multiuser
  2. Multiprogramming Generasi Keempat (1980-199x) Sistem operasi yang dapat melayani banyak mode, yaitu mendukung batch processing, timesharing dan (soft) real time applications. Perkembangan dengan meningkatnya kemampuan komputer dekstop (PC) dan teknologi jaringan (TCP/IP).

Sebuah sistem komputer yang terdiri dari hardware, system programs dan application program (7 layer).


Sistem Operasi



Sistem Operasi


PROSES

Proses berisi instruksi, data, program counter, register pemroses, stack data, alamat pengiriman dan variabel pendukung lainnya. Terdapat beberapa definisi mengenai proses, antara lain : a. Merupakan konsep pokok dalam sistem operasi, sehingga masalah manajemen proses adalah masalah utama dalam perancangan sistem operasi. b. Proses adalah program yang sedang dieksekusi. c. Proses adalah unit kerja terkecil yang secara individu memiliki sumber daya dan dijadwalkan oleh sistem operasi. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen proses seperti:
  • Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
  • Menunda atau melanjutkan proses.
  • Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
  • Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.

Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock (suatu keadaan dimana sistem seperti terhenti karena setiap proses memiliki sumber daya yang tidak bisa dibagi dan menunggu untuk mendapatkan sumber daya yang sedang dimiliki oleh proses lain).



PENJADWALAN PROSES

Penjadwalan proses merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di system operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer. Adapun penjadwalan bertugas memutuskan :
  1. Proses yang harus berjalan
  2. Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan
Kriteria untuk mengukur dan optimasi kinerja penjadwalan :
  • Adil (fairness) Adalah proses-proses yang diperlakukan sama, yaitu mendapat jatah waktu pemroses yang sama dan tak ada proses yang tak kebagian layanan pemroses sehingga mengalami kekurangan waktu.
  • Efisiensi (eficiency) Efisiensi atau utilisasi pemroses dihitung dengan perbandingan (rasio) waktu sibuk pemroses.
  • Waktu tanggap (response time) Waktu tanggap berbeda untuk :
  1. Sistem interaktif Didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan atau transaksi sampai hasil pertama muncul di layar. Waktu tanggap ini disebut terminal response time.
  2. Sistem waktu nyata Didefinisikan sebagai waktu dari saat kejadian (internal atau eksternal) sampai instruksi pertama rutin layanan yang dimaksud dieksekusi, disebut event response time.
  • Turn around time Adalah waktu yang dihabiskan dari saat program atau job mulai masuk ke system sampai proses diselesaikan sistem. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan di dalam sistem, diekspresikan sebagai penjumlah waktu eksekusi (waktu pelayanan job) dan waktu menunggu, yaitu : Turn arround time = waktu eksekusi + waktu menunggu.
  • Throughput Adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu.



KONGKURENSI

Perkembangan sistem komputer mendatang adalah menuju ke sistem multiprocessing, multiprogramming, terdistribusi dan paralel yang mengharuskan adanya proses-proses yang berjalan bersama dalam waktu yang bersamaan. Hal demikian merupakan masalah yang perlu perhatian dari perancang sistem operasi. Kondisi dimana pada saat yang bersamaan terdapat lebih dari satu proses disebut dengan kongkurensi (proses-proses yang kongkuren). Proses-proses yang mengalami kongkuren dapat berdiri sendiri (independen) atau dapat saling berinteraksi, sehingga membutuhkan sinkronisasi atau koordinasi proses yang baik. Untuk penanganan kongkuren, bahasa pemograman saat ini telah memiliki mekanisme kongkurensi dimana dalam penerapannya perlu dukungan sistem operasi dimana bahasa berada.

Prinsip-prinsip kongkurensi: Kongkurensi merupakan kegiatan yang berhubungan dengan :
  1. Alokasi waktu pemroses untuk proses-proses yang aktif.
  2. Pemakaian bersama dan persaingan untuk mendapatkan sumber daya.
  3. Komunikasi antar proses.
  4. Sinkronisasi aktivitas banyak proses
Masalah kongkurensi dapat terjadi pada :
  1. Banyak aplikasi
  2. Strukturisasi sebuah aplikasi yang terdiri dari kumpulan proses
  3. Strukturisasi sebuah proses
  4. Strukturisasi sistem operasi

Pokok penyelesaian masalah kongkurensi: Pada dasarnya penyelesaian masalah kongkurensi terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Mengasumsikan adanya memori yang digunakan bersama.
  2. Tidak mengasumsikan adanya memori yang digunakan bersama.
Adanya memori bersama lebih mempermudah penyelesaian masalah kongkurensi. Metode penyelesaian ini dapat dipakai untuk sistem singleprocessor ataupun multiprocessor yang mempunyai memori bersama. Penyelesaian ini tidak dapat digunakan untuk multiprocessor tanpa memori bersama ataupun untuk system tersebar.



MANAJEMEN MEMORI

Bagian operating sistem yang mengatur memori disebut dengan memory manager. Pemakaian memori (manajemen memori dan organisasi) perlu dilakukan karena hal tersebut sangat mempengaruhi kinerja komputer, sehingga memiliki fungsi dan tugas penting dan kompleks yaitu berkaitan dengan :
  1. Memori utama sebagai sumber daya yang harus dialokasikasikan dan dipakai bersama di antara sejumlah proses yang aktif, sehingga dapat memanfaatkan pemroses dan fasilitas masukan/keluaran secara efisien, sehingga memori dapat menampung sebanyak mungkin proses.
  2. Upaya agar pemogram atau proses tidak dibatasi kapasitas memori fisik di sistem komputer.


Manajemen memori

Sistem manajemen memori dapat dibagi kedalam dua kelas, yaitu : pemindahan proses (back and forth) diantara memori utama dengan disk selama eksekusi (swapping and paging) dan tidak ada pemindahan proses. Mempunyai beberapa fungsi, antara lain :
  1. Mengelola informasi memori yang dipakai dan tidak dipakai.
  2. Mengalokasikan memori ke proses yang memerlukan.
  3. Mendealokasikan memori dari proses yang telah selesai.
  4. Mengelola swapping antara memori utama dan disk. 

Sistem Operasi


Manajemen memori monoprogramming sederhana mempunyai ciri-ciri berikut :
  1. Hanya terdapat satu prosess pada satu saat, sehingga proses baru akan menimpa proses lama yang sudah selesai eksekusi.
  2. Hanya satu proses mengunakan semua memori.
  3. Pemakai memusatkan program keseluruh memori dari disk atau tape.
  4. Program mengambil kendali seluruh mesin
Alasan kenapa multiprogramming digunakan, yaitu :
  1. Mempermudah pemogram. Pemogram dapat memecah program menjadi dua proses atau lebih.
  2. Agar dapat memberi layanan interaktif ke beberapa orang secara simultan. Untuk itu diperlukan kemampuan mempunyai lebih dari satu proses dimemori agar memperoleh kinerja yang baik.
  3. Efisiensi penggunaan sumber daya. Bila pada multiprogramming maka proses tersebut diblocked (hanya DMA yang bekerja) dan proses lain mendapat jatah waktu pemroses, maka DMA dapat meningkatkan efisiensi sistem.
  4. Eksekusi lebih murah jika proses besar dipecah menjadi beberapa proses kecil.
  5. Dapat mengerjakan sejumlah job secara simultan.



Embedded system

Teknik monoprogamming masih dipakai untuk sistem kecil yaitu sistem tempelan (embedded system) yang menempel atau terdapat disistem lain. Sistem-sistem tempelan menggunakan mikroprosesor kecil, seperti Intel 8051, dan sebagainya. Sistem ini biasanya untuk mengendalikan satu alat sehingga menjadi bersifat intelejen (intelegent devices) dalam menyediakan satu fungsi spesifik. Karena hanya satu fungsi spesifik, dapat diprogram di mikroprosesor dengan memori kecil (1-64 Kb). Sistem tempelan telah banyak digunakan, misalnya sistem tempelan di mobil antar lain untuk :
  1. Pengendalian pengapian.
  2. Pengendalian pengeluaran bahan bakar.
  3. Pengendalian pengereman.
  4. Pengendalian suspensi.
  5. Pengendalian kemudi.
  6. Dan sebagainya.
Pada mobil mewah terdapat lebih dari 50 mikroprosesor, masing-masing mengendalikan satu fungsi spesifik.


0 comments :

Poskan Komentar

Kalo sobat ingin berkomentar silahkan tinggalkan komentar di bawah ini ya....



Film Bagus

film bagus
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Posting Keren