Carter Mobil

carter mobil

Selasa, 07 Mei 2013

Sistem Komputer - Manajemen Perangkat Lunak


sistem komputer


Sistem Komputer - Manajemen Perangkat

Manajemen perangkat masukan/keluaran merupakan aspek perancangan sistem operasi terluas dan kompleks karena sangat beragamnya perangkat dan aplikasinya.

Beberapa fungsi manajemen input/ouput (I/O) :
  1. Mengirim perintah ke perangkat I/O agar menyediakan layanan.
  2. Menangani interupsi perangkat I/O.
  3. Menangani kesalahan perangkat I/O.
  4. Menyediakan interface ke pemakai.

Klasifikasi perangkat I/O
Perangkat I/O dapat dikelompokkan berdasarkan :
a. Sifat aliran datanya, yang terbagi atas :
  1. Perangkat berorientasi blok. Yaitu menyimpan, menerima, dan mengirim informasi sebagai blok-blok berukuran tetap yang berukuran 128 sampai 1024 byte dan memiliki alamat tersendiri, sehingga memungkinkan membaca atau menulis blok-blok secara independen, yaitu dapat membaca atau menulis sembarang blok tanpa harus melewati blok-blok lain. Contoh : disk,tape,CD ROM, optical disk.
  2. Perangkat berorientasi aliran karakter. Yaitu perangkat yang menerima, dan mengirimkan aliran karakter tanpa membentuk suatu struktur blok. Contoh : terminal, line printer, pita kertas, kartu-kartu berlubang, interface jaringan, mouse.
b. Sasaran komunikasi, yang terbagi atas :
  1. Perangkat yang terbaca oleh manusia. Perangkat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan manusia. Contoh : VDT (video display terminal) : monitor, keyboard, mouse.
  2. Perangkat yang terbaca oleh mesin. Perangkat yang digunakan untuk berkomunikasi dengan perangkat elektronik. Contoh : Disk dan tape, sensor, controller.
  3. Perangkat komunikasi. Perangkat yang digunakan untuk komunikasi dengan perangkat jarak jauh. Contoh : Modem.
Faktor-faktor yang membedakan antar perangkat :
  1. Kecepatan transmisi data (data rate).
  2. Jenis aplikasi yang digunakan.
  3. Tingkat kerumitan dalam pengendalian.
  4. Besarnya unit yang ditransfer.
  5. Representasi atau perwujudan data.
  6. Kondisi-kondisi kesalahan.
Teknik pemograman perangkat I/O Terdapat 3 teknik, yaitu :
  • I/O terprogram atau polling system.
Ketika perangkat I/O menangani permintaan, perangkat men-set bit status di register status perangkat. Perangkat tidak memberitahu ke pemroses saat tugas telah selesai dilakukan sehingga pemroses harus selalu memeriksa register tersebut secara periodik dan melakukan tindakan berdasar status yang dibaca. Software pengendali perangkat (driver) dipemroses harus mentransfer data ke/dari pengendali. Driver mengekseksui perintah yang berkomunikasi dengan pengendali (adapter) di perangkat dan menunggui sampai operasi yang dilakukan perangkat selesai. Driver berisi kumpulan instruksi :
  1. Pengendalian. Berfungsi mengaktifkan perangkat eksternal dan memberitahu yang perlu dilakukan. Contoh : unit tape magnetik diinstruksikan untuk kembali ke posisi awal, bergerak ke record berikut, dan sebagainya.
  2. Pengujian. Berfungsi memeriksa status perangkat keras berkaitan dengan perangkat I/O.
  3. Pembacaan/penulisan Berfungsi membaca/menulis untuk transfer data antara register pemroses dan perangkat eksternal.
Masalah utama I/O terprogram adalah pemroses diboroskan untuk menunggu dan menjagai operasi I/O. Diperlukan teknik lain untuk meningkatkan efisiensi pemroses.

  • I/O dikendalikan interupsi.
Teknik I/O dituntun interupsi mempunyai mekanisme kerja sebagai berikut :
  1. Pemroses memberi instruksi ke perangkat I/O kemudian melanjutkan melakukan pekerjaan lainnya.
  2. Perangkat I/O akan menginterupsi meminta layanan saat perangkat telah siap bertukar data dengan pemroses.
  3. Saat menerima interupsi perangkat keras (yang memberitahukan bahwa perangkat siap melakukan transfer), pemroses segera mengeksekusi transfer data.
Keunggulan :
  1. Pemroses tidak disibukkan menunggui dan menjaga perangkat I/O untuk memeriksa status perangkat.
Kelemahan :
  1. Rate transfer I/O dibatasi kecepatan menguji dan melayani operasi perangkat.
  2. Pemroses terikat ketat dalam mengelola transfer I/O. Sejumlah intruksi harus dieksekusi untuk tiap transfer I/O. 
  • Dengan DMA (direct memory access). DMA berfungsi membebaskan pemroses menunggui transfer data yang dilakukan perangkat I/O.
Saat pemroses ingin membaca atau menulis data, pemroses memerintahkan DMA controller dengan mengirim informasi berikut :
  1. Perintah penulisan/pembacaan.
  2. Alamat perangkat I/O.
  3. Awal lokasi memori yang ditulis/dibaca.
  4. Jumlah word (byte) yang ditulis/dibaca.
Setelah mengirim informasi-informasi itu ke DMA controller, pemroses dapat melanjutkan kerja lain. Pemroses mendelegasikan operasi I/O ke DMA. DMA mentransfer seluruh data yang diminta ke/dari memori secara langsung tanpa melewati pemroses. Ketika transfer data selesai, DMA mengirim sinyal interupsi ke pemroses. Sehingga pemroses hanya dilibatkan pada awal dan akhir transfer data. Operasi transfer antara perangkat dan memori utama dilakukan sepenuhnya oleh DMA lepas dari pemroses dan hanya melakukan interupsi bila operasi telah selesai.

Keunggulan :
  1. Penghematan waktu pemroses.
  2. Peningkatan kinerja I/O. 
Sistem Komputer - Manajemen Perangkat, lanjut yuk klik sistem komputer untuk melanjutkan materi kita ini.


0 comments :

Poskan Komentar

Kalo sobat ingin berkomentar silahkan tinggalkan komentar di bawah ini ya....



Film Bagus

film bagus
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Posting Keren