Kamis, 01 November 2012

Teknik Komputer - Sistem Angka


representasi data

Sistem Angka - Setelah sebelumnya teknik komputer telah membahas seputar Konsep Sistem Komputer mulai dari Computer System, Komputer Hardware dan terakhir Komputer Software sekarang saya akan membahas seputar Sistem Angka dan Representasi Data, di dalam pelajaran ini banyak ngitung nya jadi siap-siap tuk ngitung ya :), oke langsung aja mari kita sama-sama belajar yuk.

Setiap informasi yang diolah oleh sistem komputer adalah berbasis digital.
Untuk itu dibutuhkan sebuah perhitungan matematika dasar dalam memahami dan mengerjakan setiap mekanisme yang dilakukan oleh sistem komputer.
Karena setiap pengolahan informasi oleh sistem komputer tak lain diproses menggunakan cara arithmatika.
Salah satu unit dalam Central Processing Unit (CPU) sebuah sistem komputer sederhana adalah unit ALU (Arithmetic and Logic Unit).

Ada empat operasi dasar yang dilakukan oleh unit ALU, yaitu ADDed (penjumlahan), SUBtract (pengurangan), MULtiplication (perkalian), dan DIVision (pembagian). Bila skema operasi arithmatika manusia menggunakan basis bilangan 10 (DECimal), maka mesin menggunakan basis bilangan biner (basis biangan 2) yang disebut BINary. Agar memudahkan dalam melakukan perhitungan, terlebih harus dipahami konversi antara basis bilangan yang digunakan manusia (DECimal) dan basis bilangan yang digunakan mesin (BINary, OCTadecimal, HEXadecimal).
  • Sistem Basis Bilangan
Bahasa alamiah (bahasa manusia) mengenal sistem bilangan dalam basis 10 (disebut Desimal); sedangkan bahasa mesin mengenal sistem bilangan dalam tiga basis, yakni: Basis Bilangan 2 (Binary-digit, biasanya digunakan dalam komunikasi data), Basis Bilangan 8 (Octadecimal, biasanya digunakan dalam pengalamatan di memori), dan Basis Bilangan 16 (Hexadecimal, biasanya digunakan dalam pengalamatan di memori dan urusan pengkodean warna).
Untuk urusan kode warna dapat dibuktikan pada contoh script berikut ini menggunakan tags HTML (Hyper-Text Mark-up Language):

<body bgcolor=#aa7733>
<center>
<font color=#99eecc face=tahoma size=7>TEKNIK KOMPUTER</font>
</center>
</body>

Buka notepad dan tuliskan script tersebut. Setelah selesai, klik Save As dengan nama file diapit oleh tanda double-quotation (misalkan: “warna.html”). Setelah itu simpankan ke folder My Documents dengan nama warna.html; lalu buka Windows Explorer\My Documents dan klik dua kali pada file warna.htm maka akan tertampil sebuah page HTML dengan latar belakang dan teks warna yang berbeda.

>Hint: bila web-browser yang digunakan adalah Internet Explorer v6.0 ke atas biasanya setiap script tidak akan langsung dijalankan; oleh sebab itu, klik kanan pada pesan yang muncul dan pilih “Allow Blocked Content…”

Klasifikasi sistem basis bilangan dalam sistem komputer modern:
1. DECimal : basis bilangan ini terdiri dari rentang angka 0 s.d 9, selengkapnya : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Dengan demikian dapat disimpulkan setelah angka 9 adalah gabungan dari reset angka 1 dengan rentang 0 s.d 9 dan seterusnya.
Contoh: (23)10 = 2310 = DEC23
(907)10 = 90710 = DEC907

2. BINary digit / BIT (disebut juga Bilangan Biner) : basis bilangan ini hanya terdiri dua bilangan yaitu 0, 1.
Contoh: (101)2 = 1012 : panjang data = 3 bit
(0010)2 = 00102 : panjang data = 4 bit

3. OCTadecimal : basis bilangan ini terdiri dari rentang: 0 s.d 7, selengkapnya: 0,1,2,3,4,5,6,7.
Contoh: (23)8 = 238 = 023
Untuk lebih memahami basis bilangan 8 ini, berikut adalah contoh script:

<script language=JavaScript>
document.writeln(023);
</script>

Simpankan script tersebut pada folder My Document dengan nama oktal.htm; lalu untuk menjalankannya, buka Windows
Explorer\My Documents dan klik dua kali pada file tersebut.
4. HEXadecimal : basis bilangan ini terdiri dari 15 deret yang terbagi dua, yakni 10 deret alphanumerik: 0 s.d 9 dan 5 deret alphabetikal: a s.d f. Mengapa deret alphabetikal disertakan, disebabkan secara teori matematika jam-jam-an, sistem basis bilangan 16 tak lain adalah sistem jam-16, maka terdiri dari numerik: 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12,13,14,15.

Dengan alasan mulai numerik 10 s.d 15 melebihi dua digit, maka digunakan deret alphabetikal untuk menggantikan kelima numerik ini.
Contoh: (a2)16 = A216 = 0xA2 = 0xa2
Untuk lebih memahami basis bilangan 16 ini, berikut adalah contoh script:
<script language=JavaScript>
document.writeln(0xa2);
</script>

Simpankan script tersebut pada folder My Document dengan nama heksal.html; lalu untuk menjalankannya, buka Windows Explorer\My Documents dan klik dua kali pada file tersebut.

Oke segitu dulu pembahasan Representasi Data pada pembelajaran teknik komputer kali ini, karena ngitung-ngitung jadi jangan banyak-banyak ntar pusing :). Jadi kita lanjutkan pembahasannya di artikel selanjutnya, jadi jangan terlewatkan setiap update artikel di blog teknik komputer dengan cara subscribe dan follow, sekian dari saya dan semoga bermanfaat.


0 comments :

Poskan Komentar

Kalo sobat ingin berkomentar silahkan tinggalkan komentar di bawah ini ya....



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Posting Keren