Carter Mobil

carter mobil

Senin, 20 Februari 2012

Mengenal Troubleshooting






Mari disimak pembahasan mengenai Troubleshooting, sapa tw bisa menambah wawasan sobat semua....


Prinsip Troubleshooting:

  • Lakukan analisis kerusakan awal
  • Siapkan perangkat yang dibutuhkan
  • Cabut kabel power terlebih dahulu
  • Buat hanya 1 langkah perubahan saat melakukan pengecekan
  • Pastikan catat semua langkah yang diambil
  • Sebelum dinyalakan, lakukan pengecekan ulang
  • Mintalah pendapat dari yang lebih ahli.

Perangkat TroubleShooting:
  • Obeng +
  • Tang
  • Kuas Pembersih
  • Amplas
  • AVO Meter
  • Alkohol
  • Klip Penjepit Kertas
  • Manual Book
  • Perangkat Lunak Pendukung ( CPU-Z , WCPUID dll )

PERANGKAT INDIKATOR MASALAH KOMPUTER:

  • Beep Code
  • Seven segmen code (POST Code)
1. AMI BIOS
2. AWARD BIOS




BIOS

  • Basic Input/Output System berfungsi untuk memeriksa kondisi komponen ( komponen sudah terpasang?, suhu, voltase, settingan hardware dll)
  • Untuk masuk ke BIOS bisa dengan menekan tombol F2 atau menekan tombol Del, tapi timingnya harus tepat lho.
  • Gunakan buku manual Mobo untuk memandu anda dalam melakukan setting BIOS.


 PROSESOR
  • Meskipun teknologi prosesor sudah demikian canggih, namun kita masih sering menghadapi berbagai masalah yang berkaitan dengan prosesor, diantaranya; pemasangan yang kurang benar dan setting FSB yang melebihi kemampuannya.


Masalah Pada Prosesor

  • Kecepatan yang Tidak Sesuai
  • Prosesor Tak Bekerja Semestinya
  • Prosesor Terlalu Panas
  • Tidak Dapat di Overclock
  • Tegangan Terlalu Tinggi
  • Suhu Prosesor Tidak Terdeteksi



Kecepatan Yang Tidak Sesuai

  • Ini dijumpai bila kecepatan prosesor tidak sesuai dengan Spesifikasi teknisnya beberapa penyebabnya:
1. Pengaturan FSB yg tidak sesuai    Hal tsb menjadi faktor kesalahan yang paling utama dari frekuensi kerja prosesor yang salah, untuk itu pastikan pengaturan FSB pada BIOS sudah benar. Misal kecepatan prosesor adalah 2 GHz dengan faktor pengali 20, maka FSB yang harus dijalankan adalah 100 MHz (jika kita menurunkan FSB berarti kita melakukan downclock, namun jika menaikan FSB berarti kita melakukan overclock).
2. Pengaturan Multiplier (faktor pengali yg salah) 
Untuk Mobo yang bagus disediakan fasilitas untuk mengatur faktor pengali dari prosesor, namun pengaturan yang salah dapat mengakibatkan prosesor tidak bekerja.
3. Kecepatan default-nya salah 
Hal ini amat jarang ditemui, dan bila terjadi segera garansikan ke vendor yang menyediakan.



Tidak Dapat di-Overclock

  • Dengan Overclock kita dapat meningkatkan kemampuan kerja prosesor, namun ada beberapa prosesor yang tdk dapat di-overclock, hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa hal:
    
1. FSB dan Multiplier dikunci.
Untuk Mobo jenis entry level  biasanya tidak memiliki fitur tersebut, hal ini untuk menjaga sistem bekerja secara standart
2. Pendingin yang tidak memadai
Pendingin standart akan membuat  prosesor tidak kuat untuk di-overclock karena temperatur panas yg tinggi dari prosesor. Kesulitan overclock lebih disebabkan karena tdk mampu mengatasi panas.


Tegangan Terlalu Tinggi

  • Salah satu masalah yg srng terjadi pd prosesor adalah tegangan yang terlampau tinggi dari standartnya hal ini dapat membuat  prosesor bekerja secara labil, meskipun pada proses overclock tingginya tegangan justru dapat membuat prosesor masih dapat bekerja, bebapa penyebab tegangan terlalu tinggi:
    
1. Sengaja ditinggikan.
Dampaknya adalah panas prosesor yang terlalu tinggi dan apabila dibiarkan maka prosessor akan rusak. Untuk mengatasinya kita turunkan tegangan melalui BIOS.

2. Karena default Mobo.
Mobo juga dapat menjadi penyebab tegangan prosesor yg lebih besar dari biasanya,  hal ini memang disengaja atau ada kesalahan pemograman BIOS, untuk mengatasi lakukan upgrade BIOS.


Suhu Prosesor tidak Terdeteksi

  • Kita perlu mengontrol suhu prosesor untuk mengetahui kalau prosesor  over heat atau tidak, tapi kadang kita tidak dapat mendeteksinya, hal ini disebabkan:
   
1. Kerusakan pd sensor suhu di Mobo.
Jika ini terjadi memang agak sulit untuk mengatasinya, namun kita dapat menambahkan perangkat tambahanyaitu thermostat untuk mendeteksi suhu (akurasinya dipengaruhi oleh kualitas thermostat).

2. BIOS yg mengalami gangguan.
Hal ini disebabkan kesalahan pemasangan atau kesalahan program BIOS. untuk mengatasi lakukan upgrade BIOS.

3. Kabel konektor dari heatsink fan belum terpasang.
Bila kabel konektor daya dari heatsink fan belum terpasang, BIOS tidak dapat mendeteksi , untuk mengatasinya  pasang kabel konektor tsb dan pastikan tidak rusak.


0 comments :

Poskan Komentar

Kalo sobat ingin berkomentar silahkan tinggalkan komentar di bawah ini ya....



Film Bagus

film bagus
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Posting Keren